[TR] KA Bima 44, Gambir-Purwokerto (17 Agustus 2016)

Prolog: berawal dari adanya informasi bahwa untuk menyambut HUT RI yang ke 71 yang jatuh pada 3 hari yang lalu, PT KAI mengeluarkan program tiket promo "serba 17.000" untuk semua kereta komersil jarak menengah & jauh untuk trip tgl 17 Agustus 2016.. saya yang waktu itu mengetahuinya, langsung seketika juga antusias (baca: siap-siap berburu).. soalnya baru kali ini lagi PT KAI mengeluarkan tiket promo murah, semurah-murahnya.. sebelumnya pada periode arus mudik balik Lebaran 2013 lalu juga PT KAI sempat mengeluarkan tiket promo murah "serba ceban" untuk semua KA jarak jauh komersil, untuk perjalanan periode arus mudik balik Lebaran di tahun tsb..

*waktu itu saya juga dapat (KA Argo Wilis trip genap)

nah untuk itu, saya pun menyusun plan terkait KA apa yang saya incar (buat joy ride) nantinya.. berhubung JRan kali ini lagi nggak mau yang jauh-jauh plus disesuaikan dengan budget pula (buat bekalnya nanti), fix akhirnya saya pilih lintas Gambir-Purwokerto PP saja sebagai destinasi JRan saya kali ini.. sedang untuk pilihan keretanya, tentu yang pertama dan yang utama saya pilih adalah kereta yang BELUM PERNAH sama sekali saya naiki.. dan setelah menimbang-nimbang hal itu, akhirnya terpilihlah kereta Bima ini sebagai trip "pembuka" dari rangkaian joy ride saya kali ini..

lalu untuk pulangnya nanti saya naik apa? oh itu nanti, pasti akan saya tulis juga jurnalnya di sini (blog saya).. sekarang mari kita bahas dulu tentang perjalanan saya bersama KA bernomor perka 44 tsb..

Sore itu rabu 17 Agustus 2016, dengan langkah terburu-buru saya tiba di stasiun Gambir tepat sekitar jam 16:30an. Memang terbilang telat sebenarnya, mengingat pemberangkatan kereta saya ini tinggal hitungan menit. Tapi waktu itu saya tidak menyangka kalau tiba di GMR akan semepet ini. Yah emang salah saya juga sih yang tidak memperhitungkan estimasi durasi perjalanan dari rumah menuju stasiun yang lokasinya dekat Monas ini. Untung waktu itu perjalanan naik angkutan umumnya lancar-lancar saja, jadinya pas sampai Gambir masih ada waktu dan tidak ketinggalan kereta..

 

*Alhamdulillah

 

skip

 

Setelah tiba di GMR, karena waktunya sudah mepet saya kemudian langsung chechk in dan terus boarding pass. Setelah itu, lanjut naik ke atas (area peron) karena kebetulan keretanya sudah tersedia di jalur 4..

 

penampakan (tiket) boarding passnya


Oh ya sedikit info:


KA Bima yang akan saya naiki ini adalah salah satu dari 3 KA ekse yang mengalami peremajaan rangkaian. Maksudnya ia bersama 2 KA lainnya (Argo Dwipangga & Argo Lawu) memakai rangkaian kereta ekse keluaran baru tahun 2016 sejak mulai akhir bulan juli kemarin. So makanya itu, dalam trip JR pembuka ini saya cukup exicted juga menyambutnya. Soalnya selain karna faktor kereta ini yang belum pernah saya naiki, juga karena saya ingin merasakan & menikmati fasilitas di rangkaian barunya tsb..

 

Back to story trip

 

Setelah ke atas, tentu saya langsung masuk ke dalam kereta soalnya takutnya bentar lagi mau take off, walau waktu itu sempat keluar lagi sebentar buat sekedar foto-foto..

 

beginilah tampak luar rangkaian baru KA Bima, yang akan membawa saya ke PWT sore itu

plat namenya yang khas berwarna dominan putih, keretanya Daops 1 banget

sementara itu, nun di seberang sana (jalur 1) KA Argo Lawu baru saja tiba dari Solo Balapan

suasana di dalam kereta saya (K1-4)

no kode kereta saya (K1 0 16 21).. belakangan baru diketahui, kalau kereta gress ini sudah "distempel" JAKK alias resmi milik operasional Daops 1 Jakarta

Dan benar saja, tepat di jam 16:45 atau 8 menit pasca saya masuk kereta, kakang mas Bima yang akan saya naiki ini akhirnya lepas landas dari stasiun Gambir..

 

Oh ya kesan pertama yang saya rasakan saat pertama kali masuk ke dalam kereta ini adalah; kinclong banget, baik exterior maupun interiornya. Beberapa fasilitasnya bahkan masih mulus bin halus..

 

*ya iyalah..namanya juga barang baru

 

Selain itu, tentu ada hal baru yang dipunyai kereta keluaran anyar ini bila dibandingkan kereta-kereta (ekse) sebelumnya. Salah satunya itu ialah adanya fasilitas mushola di kereta makan. Kalau hal-hal lainnya sih, standarlah. Fasilitasnya nggak beda jauh dengan yang ada di kereta ekse lain..

 

salah satu fasilitas baru di KA ekse keluaran anyar ini adalah adanya layar TV di tengah-tengah gerbong

papan LCD penunjuk berbagai macam informasi

*kalau yang ini sih di setiap KA ekse emang ada

penampakan fasilitas toiletnya.. yang unik, 2 toliet di setiap keretanya ternyata berbeda "jenis".. satu closet duduk & satu lagi closet jongkok

meja lipatnya yang masih tampak kinyis-kinyis

dan inilah fasilitas mushola yang jadi "pembeda" untuk KA gres ini


Nah terkait musholanya tsb, kebetulan waktu itu saya mencobanya. 2x malah yaitu pas waktu sholat maghrib dan waktu sholat 'isya. Cuma ada cerita unik, dibalik 2x kesempatan saya ke mushola tsb. Ternyata di 2x kesempatan tsb, arah kiblatnya berbeda lho. Saya sih bisa memaklumi, mengingat perjalanan kereta itu kan "dinamis" ya. Kadang lurus, kadang belok kanan atau kadang juga belok ke kiri sesuai arah jalur relnya. Di lain pihak, kiblat sholat kan tidak pernah dan tidak boleh berubah, jadinya arahnya harus disesuaikan dengan posisi kereta yang sedang berjalan. Tapi ternyata ada orang awam yang bingung dengan perubahan tersebut. Setelah dijelaskan oleh kru kereta, baru deh orang itu mengerti.. Hihihi

 

seperti inilah "keunikan" mushola di KA Bima tsb; bisa berubah arah kiblatnya sesuai arah perjalanan kereta

Yo wes balik maning story at on board

 

Secara umum, perjalanan kakang mas Bima hari itu lancar-lancar saja. Bahkan tiba di stasiun-stasiun pemberhentiannya, selalu kecepatan..

 

*salah satunya pas kami tiba di stasiun Cirebon

 

detik-detik saat kami menikung di sekitar arah stasiun Jatinegara

saat bapak KP (kondektur perjalanan) memeriksa tiket para pnp di kereta saya

(seperti biasa) TS kalau tiap naik KA, pasti nggal lupa selfie.. hehe

wah ternyata di kereta saya ada penumpang bulenya euy..!

suasana di restorasinya..

FYI: foto ini diambil saat saya ke musholanya KA ini, yang kebetulan lokasinya memang ada di tempat tsb

suasana di emplasemen stasiun Jatibarang petang itu, saat KA 44 berhenti kala itu

suasana di kereta saya, pasca lepas JTB

beginilah penampakan mas Bimaku, saat ia berhenti di stasiun Cirebon malam itu

suasana di kereta saya, saat perjalanan lepas CN

 

Oh ya terkait kesan-kesan saya atas KA Bima terutama dengan rangkaian barunya ini, saya nyatakan PUASS (tapi nggak pake banget). Satu hal mengganjal adalah; fasilitas footrestnya yang "otomatis" buat saya kurang nyaman karena harus menginjaknya terus-terusan jika ingin dipakai. Kalau nggak dipakai? Ya "nutup" sendiri (nggak kebuka)..

 

fasilitas lain di kereta ini yaitu tentang bagasinya yang "kembali" ke model lama

FYI: sebelum ini, kereta keluaran terbaru PT KAI atau yang dari PT INKA, selalu memakai bagasi ala pesawat terbang yaitu ada penutupnya

selain itu, ada juga fasilitas lampu baca berikut tombolnya buat menyalakan atau menghidupkannya

 

Dan tanpa terasa, perjalanan kami pun sudah sampai di stasiun Purwokerto. Itu berarti kebersamaan saya dengan KA yang sudah 49 tahun beroperasional itu, harus berakhir..

 

suasana di kereta saya, sesaat kereta akan tiba di PWT

arus penumpang yang turun dari KA Bima di PWT kala itu

suasana di kereta saya yang hampir kosong melompong karena sebagian besar turun di PWT

no kode kereta saya tampak dari luar.. benar kan sudah distempel JAKK?

penampakan rangkaian KA Bima 44 yang berhenti di stasiun Purwokerto malam itu

ternyata saat KA Bima 44 tiba di PWT malam itu, disambut oleh beberapa KA yang diantaranya ialah kakang mas Senja Solo (arah Jakarta)

suasana di emplasemen PWT kala itu

ntah saya lupa, ini rangkaian KA apa.. yang pasti ini KA kelas bisnis kalau dilihat dari livery pintunya.. atau masih rangkaiannya Senja Solo?

Terasa singkat memang perjalanan ini. Tapi mau bagaimana lagi. Lha wong relasi yang saya ambil dengan KA Bima ini, memang cuma sampai stasiun pusatnya Daop 5 ini.. Hehe

 

Berikut ini saya lampirkan catatan lapkanya (maaf jika kurang komplit):



Gambir 16:45
x Argo Jati 16:52
x Argo Anggrek? 16:57
Jatinegara 17:00
x KA ??? 17:04
x KA eko ???
Bekasi 17:12
x KA ??? 17:14
Cikampek 17:54
Jatibarang 18:57-19:02
Cirebon 19:31-19:38
Cirebon Prujakan 19:41
x KA ??? 20:06
x KA ??? 20:31
x KA ??? 21:08
Purwokerto 21:31-21.40
x KA Senja Solo & KA Gajah Wong


 

*kecepatan 3 menit dari jadwal

 

Yah, dengan tibanya saya di PWT ini, berarti tuntas sudah trip report saya dengan KA Bima 44 yang saya naiki pada tgl 17 Agustus 2016 lalu. Terima kasih buat yang sudah nyimak dan mohon maaf atas kekurangan dan ketidak sempurnaannya..


*untuk jurnal trip pulangnya, silahkan cekidot kemari

Posting Komentar

7 Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. loh musholla itu di sebelah mana mas? kemaren naik argodwipangga nggak liat soalnya.. mungkin karena kurang merhatiin ya.. keluar dari kursi cuma pas ke toilet saja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. adanya di kereta makan mas.. ntar kalau naik argo dwipangga lgi atau naik argo lawu atau mungkin jga bima, dicoba aja musholanya.. rasakan sensasinya deh sholat di kereta sambil goyang2.. hehe

      Hapus