[TR] KA Menoreh 150 Pasar Senen-Semarang Tawang

Prolog: Alkisah pada bulan Februari lalu, tetiba saya punya keinginan untuk nyarkub ke makam Sunan Kalijaga dan sekaligus wisata ke Masjid Agung Demak. Untuk diketahui, kedua tempat ini lokasinya berada di kab. Demak Provinsi Jateng..

Berhubung nggak ada sepur yang melayani daerah itu, maka opsinya adalah daerah terdekatlah yaitu kota Semarang yang jadi rujukan untuk menggapai tempat wisata religi tersebut. Untuk itu kemudian saya memplanning trip 2 kereta (pulang pergi) dengan tujuan Semarang, untuk keberangkatan tanggal 21-23 April 2017. Sengaja dipilih di tanggal itu karena momentnya pas, barengan dengan menjelang perayaan Isra Mi'raj 27 Rojab 1438 Hijriyah..

Skip

Rencana tinggallah rencana, karena pada akhirnya saya gagal mengeksekusi keinginan saya itu dikarenakan jadwal ngetrip saya tersebut belakangan bentrok dengan jadwal acara di rumah saya (sebuah acara PHBI). Karena gagal, kemudian saya mengcancel 2 tiket kereta buat PP trip tersebut di stasiun terdekat (Bogor Paledang). Selanjutnya saya mengubah rencana wisata religi saya ini ke waktu libur Lebaran nanti. Namun belakangan rencana itu diubah menjadi sebelum puasa, dikarenakan pas libur Lebaran nanti saya mau planning ke Solo & Jogja (lagi)..

Skip, karena sepertinya sudah matang ini rencana, maka kemudian huntinglah saya tiket kereta ke Semarang PP buat trip tanggal 23-24 Mei 2017. Dan Alhamdulillah, didapatlah KA Menoreh ini buat keberangkatan serta KA 47 (apa coba hayo???) buat kepulangannya..

Lalu, seperti apa keseruan yang saya dapatkan di kereta yang berno perka 150 ini? Eh tapi ngemeng-ngemeng prolognya panjang amir ya? Haha

Nggak apa-apa deh ya, yang penting mah enak dibaca dan disimak (betul nggak?)..

Nyok ah, kita awali saja kisahnya di bawah ini..



Hari itu senin tanggal 23 Mei 2017, dengan sedikit tergesa-gesa saya tiba di stasiun Pasar Senen pada jam setengah 8an malam lewat sedikit. Saya wajar agak tergesa-gesa soalnya jarak kedatangan saya di stasiun ini dengan keberangkatan kereta saya, kurang dari 1 jam. Sebenarnya hitungannya masih aman sih. Cuma jarak segitu nggak bisa dibilang "santai", karena buat dipakai ini itu saja dulu (sebelum masuk peron & naik KA) kadang suka makan waktu. Dan ini yang saya alami pada waktu itu..

 

Sebenarnya saya bukan nggak memperhatikan estimasi waktu tempuh dari rumah ke PSE ini. Cuma kebetulan pada saat itu perkiraan saya meleset. Ironisnya hal kaya begini sering saya alami walau sejauh ini belum pernah sampai telat datang ke stasiun dan kemudian ditinggal KA..

 

*amit-amit deh kalau sampai kejadian di suatu saat


Skip

 

Setelah tiba di PSE, kemudian saya melakukan sholat dulu terus (cetak tiket) check in dan dilanjut dengan beli perbekalan, sebelum kemudian saya boarding pass karena memang sudah waktunya. Setelah itu kemudian nggak lama naik ke kereta. Oh ya KA Menoreh ini stabling di PSEnya di jalur 1. Jadi pada saat itu kita (para calon penumpang) boarding passnya via pintu utara..


suasana di pintu boarding pass (utaranya) PSE kala itu, terkhusus saat boarding pass KA yang akan saya naiki ini

suasana di kereta saya, saat awal-awal saya masuk

penampakan dari luar KA Menoreh, KA yang sebentar lagi membawa saya ke kota lumpia di malam itu
dan ini penampakan loko penariknya yang kali ini memakai CC 201 series milik dari dipo SDT

plang keretanya

no kode kereta saya (dari luar) : K3 0 16 43 SMC

papan LCD penunjuk informasi (seputar KA ini), yang ada di kereta saya

Selanjutnya saat jam menunjukan pukul 8 malam lewat 33 menit, KA 150 ini kemudian diberangkatkan dari stasiun Pasar Senen atau telat 3 menit dari jadwal yang seharusnya..

 

pemandangan yang terjadi di stasiun Jatibarang, stasiun yang jadi tempat pemberhentian pertama KA ini

sedang ini pas kami berhenti di kota udang a.k.a Cirebon Prujakan

Selama perjalanan, saya hanya duduk pewe saja di seat saya (kereta 4/20D). Kalau pun beranjak atau keluar kereta, paling pas berhenti lama di sebuah stasiun buat sekedar cari angin atau ngudud..

 

*emang minusnya naik kereta malam tuh gini, nggak bisa ngapa-ngapain selain hanya bisa duduk, diam atau tidur di seat saja

 

Sementara itu, untuk laju keretanya sendiri terbilang lancar jaya. Walau pas berangkat di stasiun Pasar Senen kami telat 3 menit, tapi pas tiba di stasiun-stasiun pemberhentiannya kami hampir selalu tepat waktu. Bahkan imbas dari itu, kami tiba di stasiun terminus pun a.k.a Semarang Tawang, lebih cepat 2 menit dari jadwal yang seharusnya.. #kerenyagaes

 

Oh ya sedikit cerita mengenai KA Menoreh ini: 

 

KA ini mulai beroperasi sekitar tahun 2012 lalu. Sudah pernah saya ceritakan sebenarnya pada trip ini. Cuma yang saya agak kaget, ternyata kakang mas Menoreh ini sudah berganti rangkaian dari yang tadinya memakai rangkaian K3 AC biru (buatan tahun 2012) sebagaimana yang dipakai juga oleh Gajah Wong, Bogowonto, Majapahit, Krakatau, Jayabaya & Jaka Tingkir, menjadi memakai rangkaian K3 new image tahun 2016..

 

Jujur perubahan rangkaian ini sempat membuat saya rada kecewa, soalnya saya awalnya berharap bisa naik KA 150 ini dengan rangkaian lama. Saya wajar kecewa, karena pertama K3 new image ini merupakan produk gagal yang dioperasikan oleh PT KAI dari PT INKA selaku pembuat kereta tersebut*). Jadi saat kita bisa menaikinya, bukanlah suatu hal yang prestise walau padahal produk baru dan beda dari produk-produk PT INKA sebelumnya. Lagipula saya sudah pernah merasakan "menikmati" rangkaian seperti ini, pada saat ngetrip liburan di Lebaran tahun lalu. Dan kesan saya waktu itu (secara umum), biasa saja alias nggak ada yang wah. Cuma menang di tampilan doang, sementara untuk kenyamanan agak kurang..

 

Terus alasan kedua, saya termasuk jarang mencoba merasakan naik K3 AC biru series. Tercatat saya hanya baru mencoba di Krakatau, Malioboro Ekspres dan Jayabaya. So dengan bisa mencoba untuk pertama kalinya naik Menoreh ini, tadinya saya berharap bisa tambah-tambah pengalaman saya naik jenis KA yang pelopor awalnya oleh KA Gajah Wong tersebut. Namun harapan saya itu, pada akhirnya bak hilang ditelan kabut malam di hari itu..

 

*)terkait ini, bukan semata testimoni saya semata, tapi juga mayoritas para pecinta & pengguna setia KA


Ok, sekarang kita kembali ke laptop


saat kami berhenti di stasiun Tegal pada perjalanan malam itu

penampakan kangmas Menorehku saat itu di TG

sedang yang ini suasana di area peronnya, yang sunyi bin senyap laksana kuburan

*ya iyalah, secara KA Menoreh 150 tiba di sini pada waktu tengah malam dini hari

saat tiba di stasiun Pemalang, stasiun yang jadi tempat persinggahan kami juga kala itu

walau ini perjalanan malam, tapi perselpian henteu poho bagi TS..wkwkwk

suasana yang terekam di stasiun Pekalongan, saat kami berhenti di sana pada malam itu

sedang ini penampakan rangkaian keretanya kala itu


karena waktu itu kami berhenti lama, dari pada bethe mending TSnya selfie-selfian dulu..wkwkwk

FYI: KA Menoreh genap berhenti lama di stasiun Pekalongan untuk tunggu disusul KA Argo Anggrek 4


Dan laju kereta berno perka 150 ini pun terus berlanjut hingga tak terasa sudah akan mendekati stasiun Semarang Tawang atau stasiun terminusnya. Dan tepat di jam 3 pagi lewat 25 menit, kami pun tiba di SMT dengan selamat. Alhamdulillah..


penampakan suasana di kereta saya sesaat lepas PK


akhirnya kami tiba juga di sini


beginilah suasana arus penumpang KA Menoreh yang turun di SMT kala itu

sedang ini suasana di ruang tunggunya yang masih lumayan ramai oleh orang-orang

*ntah ini orang-orang sedang nungu KA. atau para eks pnp yang sedang menunggu pagi pasca kemalaman


Dan berikut catatan lengkap waktu perjalanan a.k.a lapkanya:

Pasar Senen 20.33

Jatibarang 23.01-23.04

Cirebon Prujakan 23.36-23.40

Brebes ???

Tegal 00.42-00.46

Pemalang 01.09-01.12

Pekalongan 01.39-02.08

Weleri ???

Semarang Tawang 03.26


*lebih cepat 2 menit dari jadwal yang seharusnya


Selanjutnya karena sudah tiba di stasiun akhir, maka saya pun turun bersama para penumpang lainnya. Setelah itu, kemudian melanjutkan ke tempat tujuan masing-masing tak terkecuali saya yang rencananya hendak ke daerah Demak, sebagaimana destinasi utama saya di trip ini..


Ok untuk sementara sekian dulu jurnal perjalanan saya kali ini. Nantikan episode lanjutannya..


Emang ada lanjutannya? Ya ada lah. Kan FR di Demak plus jurnal trip kepulangannya kan belum. So wait and see..

Posting Komentar

5 Komentar