Mencoba KA Premium, di Mataram Premium

prolog: pada periode arus mudik balik Lebaran tahun ini, PT KAI mengoperasikan KA tambahan ekstra *) yang armadanya memakai rangkaian terbaru buatan PT INKA yang dinamakan KA ekonomi premium. kenapa disebut premium & bukannya pertamax (eh, emangnya ini BBM ya..xixixi)? karena katanya rangkaian K3 ini spesial, sebab fasilitasnya nyaris menyamai fasilitas di K1 atau kereta exekutif..

*) disebut ekstra karena KA tambahan ini munculnya di periode kedua

memang seperti apa sih rupa dari KA ini, hingga bisa dikatakan fasilitasnya mampu menandingi fasilitas yang ada di kereta exe? hemmh, sebenarnya begini ya. kata-kata tersebut (tentang fasilitas yang dimaksud) hanya sebagai gembar gembor awal dari sang operator a.k.a PT KAI yang mungkin buat mancing para calon konsumen. namun pada kenyataannya setelah banyak yang mencoba (termasuk saya di trip ini), tidaklah seheboh gembar gembor di awal. karena ternyata masih ada keluhan di sana sini. dan salah satu keluhan yang paling banyak dirasakan oleh para konsumen itu adalah soal harganya yang lumayan fantastis (tarifnya nyaris menyamai K1 bos..padahal statusnya cuma K3)..

*lha kan fasilitasnya juga hampir mendekati KA exe..piye toh lur?

tapi apa pun itu, untuk saya pribadi mengapresiasi atas apa yang dilakukan PT. Sepur di periode Lebaran tahun 2017 ini. ya setidaknya satu-satunya operator KA di Indonesia itu, selalu mempunyai terobosan terbaru dalam memanjakan para pelanggan setianya dari tahun ke tahun. dan menurut pendapat saya pula, memang masih ada beberapa kekurangannya dari KA ini. namun anggap saja, ini sebagai wujud ketak sempurnaan dari sebuah penciptaan seorang manusia. dan karena sejatinya manusia itu tak ada yang sempurna, jadi lumrah kalau setiap hasil karya yang dibuatnya selalu ada sisi kekurangannya..

*nah lho, koq larinya ke alasan "hakikat" ya? ah elah, ntu mah hanya sebuah pemanis prakata saja bro

ok, untuk lebih jelasnya disimak saja jurnal tripnya di bawah ini..


Selasa 4 Juli 2017, menjadi hari yang saya tunggu di bulan ke 7 di tahun ini. Karena rencananya, malamnya saya mau ngetrip ke Jogja dengan KA Mataram Premium yang berangkat dari stasiun Pasar Senen. Saya exicted bukan ke perjalanan keretanya, tapi karena kereta yang akan saya naiki nanti di hari itu adalah KA gress from pabriknya untuk tahun ini. Yah yang namanya mau "mencoba" barang baru, pasti bikin semua orang penasaran tak terkecuali saya di hari itu..hehe

 

Skip

 

Dan sore itu sekitar jam 6an lewat saya sudah tiba di Pasar Senen, setelah mengarungi perjalanan selama kurang lebih 4,5 jam (via angkot feat KRL) dari rumah menuju ke stasiun pemberangkatan KA jarak jauh terbesar kedua di Jakarta ini. Sengaja saya datang lebih awal (waktu pemberangkatan KA saya masih 3 jam lagi), karena kebetulan kali ini ingin santai-santai dulu sebelum nanti on board..

 

*santai di sini maksudnya ingin punya waktu lebih banyak

 

Saat tiba di PSE itu, suasananya masih tetap ramai dengan orang-orang yang mau naik KA (padahal sudah H plus 9 Lebaran lho). Mungkin ini orang-orang yang mau on board KA di PSE pada hari itu, adalah orang-orang yang baru akan mudik atau liburan ke kampung halamannya tak terkecuali saya. Cuma bedanya saya liburannya nggak ke kampung halaman, tapi ke tempat liburan..

 

*ya iyalah, liburan mah ke tempat liburan..masa iya, liburan itu tempat tidur? #LoL 


Karena waktu pemberangkatan masih lama, waktu yang ada saya pergunakan untuk menunaikan kewajiban sholat, nyari makanan berat, beli perbekalan dan tak lupa cetak tiket tentunya. Selang beberapa saat kemudian, waktu pun terus melaju hingga tak terasa sudah menunjukan jam 8 malam. Saat itu di sana sempat ada informasi, kalau calon penumpang Mataram Premium sudah diperbolehkan boarding pass..

 

FYI: KA Mataram Premium kala itu berangkatnya di jalur 3 PSE..jadi untuk para calon penumpangnya, boarding passnya via pintu selatan

 

Mendengar info ini, seketika saya langsung bingung soalnya di saat yang bersamaan dan di jalur yang sama, masih berlangsung prosesi boarding passnya KA Menoreh yang berangkat sekitar jam setengah 9 malam. Sempat mengira mungkin petugas salah kasih info atau (jangan-jangan) memang KA 150 itu sudah berangkat. Tapi dugaan saya yang kedua itu sepertinya rada mustahil, soalnya pas lihat jam (di hp saya) kala itu belum menunjukan waktu keberangkatannya. Dan saya meyakini, kalau penunjuk waktu di hp saya itu nggak ngaco..

 

Dan di saat sedang kebingungan itu, saya pun akhirnya mengikuti saja "anjuran" dari informasi yang sempat saya dengar itu. Fikir saya (waktu itu) mungkin memang benar, kita sudah dibolehkan boarding pass alias masuk peron untuk persiapan naik kereta. Saya berfikir demikian, dengan lebih cepat masuk peron berarti saya telah "memaksimalkan" waktu yang ada. Lagian waktu itu saya sudah bethe karena kelamaan nunggu di luar (area peron) stasiun..

 

suasana boarding passnya kami kala itu

 

Dan ternyata setelah saya masuk (bersama para calon penumpang lain tentunya), kita "diisolasi" dulu di area peron 3 PSE. Nah lho, maksudnya diisolasi itu apa ya? Hehe

 

Jadi begini; karena saat itu di jalur 3 masih ada KA Menoreh yang kebetulan belum berangkat (karena emang belum waktunya), maka untuk sementara kami ditahan/dijaga dulu dengan seutas tali tambang yang membentang di sepanjang area peron tersebut. Dan di sepanjang area penjagaan itu, ada beberapa petugas setempat yang bersiaga..

 

Mungkin maksud petugas memperlakukan kita seperti itu biar nggak salah naik KA. Karena setelah KA Menoreh berangkat sesuai jamnya, kita pun kemudian "dibebaskan" dari tali yang sempat membelenggu kita tersebut..

 

seperti inilah kira-kira suasana di peron 3 PSE pada waktu itu

FYI: foto yang keempat itu merupakan smoking areanya peron jalur 3 PSE

Ok, dilanjut

 

Dan saat waktu telah menunjukan jam 20:45, rangkaian KA yang akan membawa saya ke kota gudeg di malam itu pun tiba di jalur 3 dan siap dinaiki oleh para calon penumpangnya. "Yeay, akhirnya bisa juga melihat dan merasakan naik K3 Premium sebagaimana orang-orang..haha"

 

*exicted nih gw ceritanya

 

Karena telah ada, maka kita pun para calon penumpang yang sedari telah menunggu, berduyun-duyun masuk ke dalam kereta. Oh ya di trip ini kebetulan saya dapat di kereta 5 dengan no seat 11D..

 

Selanjutnya waktu pun terus berpacu hingga tak terasa sudah menunjukan jam 21:15, waktu yang dimana kami harus segera diberangkatkan dari stasiun ini. Dan dengan mengucap Basmalah lalu kemudian membaca do'a, maka dimulailah petualangan saya dengan KA berno perka 7030 di malam itu..


seperti ini inilah penampakan luar KA Mataram Premium, KA ekonomi keluaran baru yang fasilitasnya konon hampir menyamai KA ekse

sedangkan ini penampakan di dalamnya, terkhusus di kereta saya

no kode kereta saya jika dari luar (K3 0 17 36)

sebelum berangkat, TSnya selfie dulu ah.. hehe

*wajah boleh "muka lama", tapi keretanya macih balu blow..ekekekekek

 

Sebelum saya melanjutkan cerita, saya mau sedikit mereview terkait rangkaian kereta ekonomi baru tahun ini, terkhusus yang dipakai KA yang saya naiki di malam itu a.k.a KA Mataram Premium (walau secara gambaran umum sudah dijelaskan di prolog atas). Menurut saya, secara exterior dan interior bagus serta secara fasilitas ada peningkatan bila dibandingkan dengan kereta ekonomi new image keluaran 2016 seperti ada lampu bacanya dan kursinya reclining seat (bisa diatur posisi kemiringannya). Kekurangannya hanyalah di toiletnya saja yang menurut saya terlalu kecil. Bahkan dengan kereta ekonomi yang berseat 2-3, kalah luas. Tapi overall saya merasa cukup puas dan nyaman naik KA ini..

 

beberapa fasilitas yang tersedia di rangkaian kereta ini

Back to on board

 

Selama perjalanan, seperti biasa jika perjalanan malam kita hanya bisa duduk pewe saja di seat masing-masing, sambil mungkin rebahan dan berharap bisa istirahat dengan nyaman. Pun dengan saya kala itu. Sementara itu, laju kereta perlahan terus bergerak dari satu petak ke petak berikutnya. Namun lambatnya laju kami, seakan membuat kami jadi begitu lama menyusuri lintas perjalanan kami. Saya juga bingung, tumben-tumbenan ini kereta jalannya nggremet banget di malam itu dan seperti nggak ada ngejossnya sama sekali. Ntah ini cuma perasaan saya saat itu atau memang biasanya begitu (khusus untuk KA ini)?

 

*maklum, ini KA kan bawa 10 gerbong penumpang plus kereta makan & bagasi (kalau ada)..jadi mungkin keberatan kali ya jalannya..haha

 

Gara-gara jalannya lambat itu, belakangan kami jadi telat tiba di stasiun tujuan akhir a.k.a stasiun Lempuyangan (1 jam lebih sedikit). Padahal pas sampai Purwokerto, ini kereta masih terbilang on time kedatangannya. Tapi memang katanya sering begitu, maklum statusnya sebagai kereta tambahan membuat ia harus sering mengalah dengan KA-KA reguler pas di lintas..

 

penampakan rangkaian KA Mataram Premium, saat singgah di stasiun Purwokerto pada perjalanan malam itu

di PWT kami sempat bertemu KA Taksaka & KA Argo Lawu Fakultatif, yang kebetulan keduanya dari Jakarta

dan ini suasana di sebagian peronnya yang sempat saya tangkap kala itu

kalau ini saat kami berhenti di stasiun Kutoarjo

dan beginilah suasana arus turun naik penumpang di KTA saat itu

sedang ini suasana di sekitar area peronnya yang lumayan ramai

*padahal pas tiba di sana sudah mau menjelang subuh lho

stasiun Wates, stasiun yang berada di daerah Kulon Progo (Jogja) ini sempat juga jadi tempat persinggahan kami pagi itu

pemandangan ijo-ijo nan menyegarkan di petak antara Wates sampai dengan stasiun Tugu Yogyakarta

Skip

 

Selanjutnya stasiun demi stasiun tak terasa kami lewati. Pada perjalanan kami malam itu, kami hanya berhenti di Cirebon Prujakan, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo dan Wates. Sisanya di stasiun-stasiun kecil (saya lupa catat namanya), saat kami harus berhenti buat tunggu silang kereta lain..

 

FYI: stasiun-stasiun yang disebut pertama itu adalah stasiun resmi tempat pemberhentian dari KA Mataram Premium ini

 

Dan akhirnya, petualangan saya di KA 7030 ini pun mesti berakhir saat kami mendarat di jalur 3 (kalau nggak salah) stasiun Lempuyangan, pada hari rabu 5 Juli 2017 jam 06:25..

 

keriuhan yang terjadi di kereta saya, saat menjelang tiba di stasiun Lempuyangan

dan sunrise di ufuk timur menyambut kami pagi itu di LPN

penampakan rangkaian KA Mataram Premium di LPN kala itu

 

Usai tiba di LPN, kami pun kemudian turun dari rangkaian kereta untuk melanjutkan ke tujuan berikutnya secara masing-masing. Khusus saya, kebetulan hari pertama di Jogja ini rencananya mau berwisata ke candi Borobudur. Oh ya lupa ngasih tahu, kalau trip saya ke kota gudeg ini merupakan dalam rangka mengisi liburan di edisi Lebaran tahun ini..

 

*sebenarnya "tradisi" ini sudah rutin saya lakukan tiap tahun sejak edisi Lebaran tahun 2013 lalu..saya hanya absen di edisi tahun 2015 saja, karena waktu itu hendak ke acara Muktamar NU

 

Selain ke Jogja, dalam edisi kali ini juga saya ada rencana mau main ke kota kelahiran presiden kita yang sekarang (hayoo, kota apa coba?). Tapi saya ke sana bukan mau ke rumahnya, apalagi sowan ke ortunya (emang siapa gw?). Melainkan mau main ke salah satu tempat wisata yang cukup kesohor di sana..

 

Hemmh, kira-kira apa ya guys? Penasaran kan??? Untuk lebih jelasnya, tetap pantau blog saya atau jurnal trip liburan saya kali ini karena nanti akan saya buat liputannya. Untuk sementara saya sudahi dulu thread ini. Namun sebelumnya, saya mau lampirkan dulu catatan waktu perjalanan KA Mataram Premium, KA yang telah membawa saya dari ibukota Jakarta ke kota Jogja pada 5 hari yang lalu itu.. 

 

Pasar Senen 21:15
Cirebon Prujakan 00:11-00:15
Purwokerto 02:13-02:30
Kroya ???
Kebumen 04:30-04:32
Kutoarjo 05:18-05:21
Wates 05:49-05:52
Lempuyangan 06:25

 

*telat 1 jam 8 menit

Posting Komentar

4 Komentar