[FR] Berkunjung Ke Dufan Untuk Pertama Kali

Prolog: Berbicara Dufan, pasti semua orang tahu kalau itu adalah tempat wisata populer di daerah Jakarta. Dan mungkin juga semua orang tahu, kalau mau masuk ke arena tempat wisata tersebut harga tiket masuknya mahal. Ya setidaknya buat golongan kaum menengah ke bawah. (Jangan ditanya kalau yang hidupnya pas-pasan). Dan karena hal tersebut, saya dari sejak kecil hingga dewasa sekarang belum pernah ke sana. Padahal sebenarnya dari dulu ingin sekali ke tempat wisata itu..

Tapi keinginan itu akhirnya terkabul juga pada hari Jum'at pekan lalu. Lho koq bisa sih? Kan katanya harga tiketnya mahal..

Hehe

Jadi ceritanya pas Jum'at lalu itu di Dufan ada program tiket promo seharga Rp. 34. 000/orang..

Serius, harga tiketnya cuma segitu?

Seriuslah. Kebetulan harga tiket tersebut dalam rangka menyambut ulang tahun Dufan yang ke 34 dan berlaku khusus hanya di hari itu saja (Jum'a 30 Agustus 2019)..

FYI: Program promo ini sudah diumukan jauh-jauh hari oleh Dufan di situs resminya & pembelian tiketnya pun harus secara online. Selain itu tiketnya juga terbatas (ada kuotanya)..

Lalu seperti apa keseruan yang saya dapat di pengalaman pertama masuk tempat wisata yang berada di kawasan Jakarat Utara itu?

Yuk disimak ceritanya di bawah ini..

Sebelum memulai cerita, terlebih dahulu saya mau menyampaikan sebuah "kegelisahan" terkait kunjungan saya tersebut. Atau bahasa lain, ada sedikit kebingungan saat setelah membeli tiketnya yang sudah ditentukan tanggalnya itu..


Jadi ceritanya kan tanggal kunjungannya itu pas hari Jum'at. Nah berkaitan itu, saya awalnya sempat bingung mengingat saya sebagai seorang muslim tentu memikirkan kewajiban sholat Jum'at saya kelak. Dan karena hal tersebut, saya terus jadi memikirkan; kapan enaknya saya berangkat? Pagi sebelum Jum'atan atau siang setelah sholat Jum'at..


Saya wajar memikirkan hal itu soalnya ada plus minusnya terhadap 2 pilihan yang muncul dari akibat kebingungan tersebut. Apalagi saya rencananya berangkatnya bareng sama saudara saya (jumlahnya 6 orang). Tentu saya juga harus koordinasi dulu dengan saudara-saudara saya yang lain, yang akan ikut ke sana nanti..


Dan akhirnya setelah berembug, kita sepakat mau berangkat pagi saja dengan pertimbangan kalau berangkat siang takut pulangnya kemalaman. Alasan lain, dengan berangkat pagi kita bisa lebih puas main di sananya. Dan soal kewajiban sholat Jum'at, mungkin kita akan menunaikannya di sekitar area lokasi tempat wisata..


Kembali ke cerita awal..


Pagi itu Jum'at 30 Agustus 2019, dengan naik KRL dan disambung dengan Mikrolet rute Kota Tua-Tanjung Priok saya bersama rombongan tiba di lokasi tempat wisata Dufan pada sekitar pukul setengah 10 pagi. Waktu itu saya masuk lewat gerbang Ancol Barat dan gerbang Dufan belum dibuka (karena baru dibuka jam 10:00)..


Pada saat kami datang itu, suasananya masih sepi. Namun menjelang pintu gerbangnya dibuka (jam 9:45) langsung ramai, terutama di depan pintu gerbang area karena pada antri untuk persiapan masuk pas waktunya..


Oh ya ada hal menarik menjelang pintu gerbang area Dufan dibuka. Saat itu seperti ada acara semacam seremonial dulu walau tak lama..


Ternyata sebelum gerbang benar-benar resmi dibuka, para calon pengunjung yang sedang antri itu diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh pihak Dufan, setelah diawali sebelumnya dengan sambutan kecil dari pihak mereka. Ya nggak apa-apa sih, bagus malahan kalau menurut saya. Cuma agak nggak lazim saja hal kaya gini ada di area tempat wisata..


Mungkin ini dalam rangka menyambut Hari Proklamasi atau HUT RI yang ke 74, yang jatuh pada 13 hari sebelumnya. Atau mungkin juga ini dalam rangka menyambut hari ulang tahun mereka yang ke 34 yang jatuh persis di tanggal itu. Atau malah dalam rangka menyambut keduanya hingga ada moment seperti itu..


Saya kurang tahu pastinya. Tapi yang jelas, saya sempat kaget pas ada session menyanyikan lagu kebangsaan negara kita tersebut. Bahkan gara-gara itu, saya jadi "setengah hati" ikut menyanyikannya..


Bukan saya nggak Nasionalis lho. Tapi faktor karena terlalu lama ngantri juga yang membuat saya jadi kurang semangat dalam menyanyikannya.. Hehe


Dan ketika pintu dibuka, para calon pengunjung pun kemudian ramai-ramai masuk ke area tempat wisata tapi tentunya dengan tertib sesuai barisan antriannya. Selanjutnya ya mereka menuju ke wahana favoritnya masing-masing tak terkecuali rombongan saya dan keluarga..


Walau pas di luar tadi ramai dan harus ngantri, tapi ternyata pas masuk ke area masih kelihatan sepi. Mungkin orang-orang tadi tidak tertuju ke tempat atau wahana yang sama alias mencar pas di dalamnya. Saya juga dan rombongan pas mencoba wahana permainan yang pertama, masih kelihatan lengang dan nyaris nggak ada antrian. Bahkan di wahana yang kedua yang kami naiki, cuma dari rombongan kami saja yang naik..


Selain itu, ada beberapa wahana yang memang belum dibuka karena belum waktunya atau belum siap secara teknis. Jadinya belum ada antrian di setiap wahana Dufan kala itu..


plang Dufan yang berada di sekitar area pintu gerbangnya

suasana di depan area pintu gerbang Dufan, ketika pertama kali kami datang

dan ini adalah (bangunan atap) pintu gerbangnya

*maaf jika saya nggak ngambil pas bagian depan atau bawahnya..soalnya sitkonnya saat itu lagi ngantri di belakang, jadi nggak kelihatan

ini wahana pertama yang kami naiki saat itu..tapi saya lupa apa nama wahananya

kalau yang ini foto wahana kedua yang kami naiki, namanya Ombang Ambing

FYI: yang disamping kiri saya itu adalah saudara saya (keponakan)

dan inilah wahana ekstrim pertama yang saya naiki di Dufan yaitu Halilintar atau Rollercoaster

kalau ini wahana Istana Boneka

*sayang waktu itu TS & rombongan nggak masuk ke sini karena ngantrinya lama

Masjid Al-firdaus, salah satu fasilitas tempat sholat yang ada di tempat wisata ini

FYI: ini adalah masjid terluas di area ini..area ini juga sering dipakai buat sholat Jum'at sebagaimana saya & rombongan pada hari itu

wahana Tornado, wahana paling paling ekstrim yang saya coba di Dufan pada hari itu
sebelum naik, TSnya selfie dulu ah

ini juga termasuk salah satu wahana ekstrim di Dufan yaitu Kora-kora & beruntungnya saya juga sempat mencobanya pada saat itu

ini foto saya saat sedang akan menikmati wahana film 4D di area ini

dan wahana Ontang-anting menjadi wahana yang terakhir saya naiki di kunjungan saya Dufan di edisi perdana ini

wahana Bianglala, salah satu wahana yang pada hari itu tidak beroperasi karena sedang perawatan
 
sebelum pulang, foto-foto bareng dulu ah

*coba tebak, saya yang sebelah mana?

Secara umum, saya pribadi waktu itu cuma naik 7 wahana permainan saja dari sejak datang sampai saya dan rombongan pulang (kami pulang sekitar jam 4 sore). Selain karena faktor terpotong waktu sholat Jum'at, juga karena pada saat itu ada beberapa wahana yang tutup karena sedang perbaikan sebagaimana sudah saya ceritakan di atas..


Ya agak merasa kurang puas sih sebenarnya. Apalagi ini first time saya ke sini. Jadi inginnya dipuas-puasin, mumpung bisa ke sini karena tiketnya lagi murah. Tapi mau bagaimana lagi, kendala waktu juga yang "mengharuskan" saya segera pergi dari tempat ini karena hari sudah semakin sore..


*kalau pulang terlalu sore, kami khawatir sampai rumahnya kemalaman


Meski begitu saya tetap merasa berkesan sekali dengan kunjungan saya yang pertama ini. Karena setidaknya saya sempat mencoba beberapa wahana ekstrim di tempat wisata ini seperti Halilintar, Tornado atau Kora-kora..


Tapi walau pun berkesan ke depan kalau saya dinasibkan ke sini lagi, mungkin nggak akan mencoba lagi wahana tersebut. Soalnya "ngeri-ngeri sedap" euy, terutama wahana Tornado. Cukup deh sekali dalam seumur hidup saya mencoba wahana tersebut.. Wkwk


*harap maklum, saya fobia ketinggian juga walau nggak terlalu akut


Oke teman-teman, demikianlah jurnal wisata saya kali ini. Ya walaupun sederhana dan singkat, tapi semoga bisa menambah informasi dan refrensi terutama buat kalian yang suka berwisata ke tempat-tempat yang menyuguhkan wahana permainan menantang..


Untuk sementara saya undur diri dulu ya. Dan terima kasih buat yang sudah menyimak serta mohon maaf bila ada kekurangannya di thread ini. Tapi sebelum saya benar-benar pamit, saya mau sedikit memberikan catatan terkait informasi atau tips yang mungkin saja berguna buat kalian semua..


- Jika mau ke Dufan naik KRL, turunnya bisa di stasiun Jakarta Kota untuk yang arah dari Depok s/d Bogor atau bisa di stasiun Kampung Bandan untuk yang arah dari Bekasi atau dari Tangerang..selanjutnya nanti di sana sambung dengan angkot Mikrolet nomor 015 (jurusan Kota Tua-Tanjung Priok PP) atau bisa juga naik angkutan online (taksi/ojek)

- Untuk menuju ke Dufan, kalian nanti harus masuk lewat pintu gerbang barat karena lebih dekat dari sini..jangan masuk lewat pintu gerbang timur karena terlalu kejauhan

- Kalau mau ke Dufan tapi dengan kondisi yang tidak terlalu ramai, bisa alternatif ambil pas weekday terutama pas hari Jum'at..di luar itu (apalagi pas weekend/long weekend) kondisinya selalau ramai hingga berefek selalu ngantri lama di setiap wahana-wahana favorit

- Fasilitas tempat sholat di tempat wisata ini ada di beberapa titik dengan yang terbesar adalah masjid Al-firdausi yang lokasinya berada dekat dengan wahana Istana Boneka

- Diperbolehkan membawa makanan atau minuman ke dalam area tempat wisata ini (ini berdasarkan pengalaman kunjungan saya kemarin)


Wassalam dan permioss..

Post a Comment

0 Comments