[FR] Edisi Kedua Naik Bus Tingkat Gratis Jakarta

Prolog: ceritanya pada Minggu tanggal 8 September 2019 kemarin, saya mencoba naik layanan bus tingkat gratis Jakarta rute Kota Tua-Monas-Masjid Istiqlal. Ini jadi pengalaman kedua bagi TS naik layanan bus pariwisata yang dioperasikan oleh Pemda DKI Jakarta tersebut, karena pada 3 tahun yang lalu saya juga pernah mencobanya..

Lalu apakah ada perbedaan antara percobaan yang pertama dengan pengalaman yang kedua ini?
Jelas ada, karena ada peningkatan fasilitas yang saya rasakan kali ini bila dibandingkan dengan saat pengalaman yang pertama..

Dan seperti apakah peningkatan fasilitas layanan bus pariwisata yang sudah beroperasi 3 tahun tersebut?

Mari kita kupas tuntas reportasenya di bawah ini..

Siang itu setelah saya menghadiri sebuah acara kopdar di Kawasan Kota Tua, saya tadinya mau langsung pulang. Tapi tetiba kefikiran soal bus tingkat gratis yang sempat disinggung-singgung oleh salah satu rekan saya di acara tersebut. Waktu itu dia sempat ngajak-ngajak gitu buat naik bus pariwisata yang memang ada salah satu rutenya yang melewati kawasan ini.. 

 

Sempat merasa tidak tertarik awalnya karena dulu saya pernah mencobanya pada tahun 2016 lalu (lihat FRnya di sini). Tapi kemudian jadi niat pengen mencoba lagi karena penasaran sekarang kondisinya seperti apa dan bagaimana pelayanannya..

 

*mikirnya sih waktu itu "mumpung lagi ke sini" plus nggak perlu keluar uang buat bisa naik bus tsb biasa, mental kaum missqueen yang sedang meronta..wkwk

 

Dan karena jadi punya niat mencoba bus tersebut, maka waktu itu saya putuskan buat mencari halte tempat dimana tempat naiknya pasca keluar dari area kawasan wisata Kota Tua..

 

Awalnya saya sempat bingung mencari haltenya karena tempatnya ternyata nggak sama dengan pas dulu saya naiki waktu 3 tahun yang lalu. Usut punya usut ternyata sekarang haltenya atau tempat turun naiknya bus tingkat itu (khusus rute yang akan saya naiki) sudah pindah. Bila sebelumnya ada di sekitar pintu keluar masuk stasiun Jakarta Kota yang arah selatan. Maka sekarang jadi berpindah ke pintu keluar masuk stasiun tersebut yang arah utara, tepatnya dekat gedung Bank BNI..

 

Dan berikut ini foto-foto yang saya ambil saat mencoba bus tingkat pariwisata yang saya naiki pada hari itu..

 

seperti inilah salah satu armada bus tingkat pariwisata yang melayani rute yang saya naiki (Kota Tua-Monas-Masjid Istiqlal)

*tapi bus yang saya naiki bukan yang ini, karena waktu itu sudah hampir penuh

dan inilah penampakan halte tempat naiknya

kalau masih bingung, depan gedung inilah yang jadi patokannya

sambil nunggu, selfie dulu ah biar nggak bethe..hehe

nah bus yang inilah yang TS naiki pada waktu itu

di dalam bus, tampak dari kejauhan stasiun Jakarta Kota

FYI: foto ini diambil saat saya sudah naik bus & kebetulan dapat tempat duduk di deck atas plus paling depan pula (emang saya ngincernya di sini)

seperti inilah suasana keramaian di dalam bus yang saya naiki pada hari itu, terutama di bagian deck atas

sebelum bus berangkat, TSnya selfie dulu

ini foto saat bus awal-awal mulai berangkat atau jalan

walau ini perjalanannya gratis, tapi kita tetap dikasih tiket lho

dan seperti inilah pemandangan di sepanjang jalan, ketika bus ini sedang "berdinas" (terkhusus di rute yang saya naiki kala itu)

 di sepanjang jalan juga kami melewati tempat-tempat ini

*itu yang gambar kedua halte bus Trans Jakarta Harmonikah?

Oh ya sebelum dilanjut ke foto-foto berikutnya, saya mau cerita dulu soal perbedaan layanan bus pariwisata ini pas pertama mencoba 3 tahun yang lalu dengan yang sekarang. Jadi untuk sekarang ada semacam pengumuman seputar informasi bus ini berikut siapa saja para kru yang melayaninya, saat bus tengah berjalan. Informasi ini dikumandangkan oleh satu kru dari mereka lewat annoucher bus. Selain itu dijelaskan pula tentang rute-rute bus pariwisata ini secara umum. Pokoknya informasinya lengkap dan detail deh..

 

Yang unik dan menarik, ternyata cara menyampaikan informasinya itu tidak dengan bahasa yang formal sebagaimana yang kita ditemukan di transportasi umum lain seperti di kereta api atau pesawat terbang. Tetapi mereka menyampaikannya dengan gaya bahasa yang santai (baca: tidak terlalu serius) dengan dibumbui sedikit humor. Nah karena disampaikan dengan cara itu, tentu dong membuat para penumpang jadi sedikit terhibur. Menurut saya ini bisa menambah nilai plus tersendiri buat angkutan bus pariwisata ini. Karena selain kita dikasih perjalanan gratis, kita juga dikasih "hiburan" lewat informasi-informasi yang disampaikan oleh para krunya dalam bus pariwisata tersebut. 

 

Keterangan:

Untuk teman-teman yang ingin tahu lebih dalam tentang angkutan bus pariwisata ini, bisa baca salah satu artikelnya di sini..

 

ini saat perjalanan kami, sudah mendekati area kawasan Monas

Intermezzo:

Ada sedikit cerita menggelitik kala itu. Jadi ceritanya para penumpang yang ada di belakang saya yang kebetulan para kaum kaum emak-emak, seperti heboh gitu saat tahu perjalanan bus ini sudah dekat ke area Monas. Kemudian diantara mereka ada yang bilang begini: "eh itu Monas. buruan difoto! mumpung belum pindah ke Kalimantan". Mendengar omongan itu, seketika saya langsung tertawa kecut. "ya kali bu, mentang-mentang ibukota negara mau pindah, masa iya Monas juga ikutan pindah? lha, gimana ntar cara gotongnya?'.. wkwkwk

*saya tahu omongan si ibu itu hanya bercanda..tapi jadi lucu aja dengarnya..hehe

selanjutnya kami melwati jalan ini yang merupakan kawasan ganjil-genap

*ada yang tahu, apa nama jalan ini?

di halte inilah bus pariwisata yang kami naiki saat itu berhenti pertama kali untuk menaik turunkan penumpang

*maksudnya halte ini adalah tempat pemberhentian pertama untuk bus yang rute Kota Tua-Monas-istiqlal..kalau nggak salah nama halte ini adalah Monas 1

beginilah suasana di bus saya terutama di bagian deck atas, saat tengah berhenti di halte tersebut

masih melewati area kawasan Monas

FYI: foto ini saya ambil saat kami melewati area pintu masuk selatan Monas, yang pintu timur

dalam perjalanan hari itu juga kami melewati stasiun Gambir

setelah melewati GMR, kami kemudian melewati jalan ini

kalau sudah kelihatan masjid Istiqlal, itu berarti perjalan kami dengan bus ini akan segera berakhir

akhirnya, kami tiba juga di halte tempat pemberhentian akhir dari bus yang saya naiki hari itu yaitu di halte masjid Istiqlal

FYI: itu body bus yang kelihatan belakangnya doang adalah bus pariwisata di rute yang sama, yang sedang & siap-siap berangkat ke arah KoTu

seperti inilah suasana arus turun penumpang ketika itu, terutama di deck atas

ini adalah gambaran interior deck bawah bus yang saya naiki kala itu

kalau ini, penampakan luarnya dari tampak samping & belakang

dan beginilah kira-kira gambaran suasana di halte masjid Istiqlal, saat saya turun dari bus

Oke demikianlah teman-teman bloggerku semua, field report saya kali ini yang mengupas tuntas tentang perjalanan wisata saya dengan bus tingkat pariwisata DKI Jakarta, untuk edisi yang kedua kalinya. Semoga thread ini bermanfaat dan tentunya bisa menambah-nambah refrensi anda..

 

Buah srikaya, dahannya berduri,

Es durian dicampur selasih..

 

Saatnya saya undur diri,

Cukup sekian & terima kasih..

 

Baca juga:

Pengalaman Pertama Mencoba Naik MRT dan LRT 

Post a Comment

0 Comments