[FR] Mencoba Merasakan Sensasi Jembatan Gantung Di Situ Gunung

Prolog: Pernah mendengar Situ Gunung? Ya belakangan daerah tempat wisata ini menjadi cukup populer karena di sana ada wahana ekstrim yaitu jembatan gantung yang panjangnya sekitar 243 meter dan tinggi 161 meter yang menjulang di antara 2 tebing dan jurang. Kebayang kan, betapa "merinding"nya jika kita berada di atas atau melewati jembatan itu. Tapi ini mungkin khusus buat yang punya fobia ketinggian saja ya yang bakal merasakan itu. Sementara buat penyuka tempat-tempat wisata ekstrim, tentu bisa jadi ini sebuah tantangan untuk menguji adrenalin mereka ketika mencoba jembatan gantung itu..

Prolog: Pernah mendengar Situ Gunung? Ya belakangan daerah tempat wisata ini menjadi cukup populer karena di sana ada wahana ekstrim yaitu jembatan gantung yang panjangnya sekitar 243 meter dan tinggi 161 meter yang menjulang di antara 2 tebing dan jurang. Kebayang kan, betapa "merinding"nya jika kita berada di atas atau melewati jembatan itu. Tapi ini mungkin khusus buat yang punya fobia ketinggian saja ya yang bakal merasakan itu. Sementara buat penyuka tempat-tempat wisata ekstrim, tentu bisa jadi ini sebuah tantangan untuk menguji adrenalin mereka ketika mencoba jembatan gantung itu..


Nah pada hari minggu yang lalu (10 November 2019), saya berkesempatan mengunjungi tempat wisata itu bersama teman-teman saya (kita rombongan 1 bus). Dan tentu saja jembatan gantung itu pun tak luput saya coba pada hari itu, buat sekedar merasakan uji adrenalin saya saat berada di atas wahana itu. Dan Alhamdulillahnya saya bisa lulus ketika itu (baca: melewati sampai seberang jembatan), walau saya aslinya rada fobia ketinggian juga.. Hehe

*yang lain ada lho, yang baru melihat jembatannya saja sudah keder dan balik lagi..wkwk

Meski begitu awalnya saya nggak tahu kalau ada wahana ekstrim tersebut di tempat wisata yang lokasinya berada di daerah Cisaat kabupaten Sukabumi ini. Saya baru tentang wahana itu ketika pas tiba di lokasi tempat wisata. Dan saya juga baru tahu, kalau wahana jembatan gantung di sana ternyata menjadi salah satu yang terpanjang di benua Asia. Pantas kalau kemudian tempat ini jadi banyak dikunjungi orang-orang hingga menjadi cukup populer pada saat sekarang ini..

Oh ya selain wahana jembatan gantung ekstrim, di tempat wisata ini juga menyajikan beberapa spot tempat wisata lainnya seperti air terjun atau danau yang tak kalah keren dan tentunya rugi jika dilewatkan begitu saja jika kebetulan sedang berkunjung ke sini. Selain itu ada hal menarik juga di tempat wisata ini yang mungkin jarang saya temukan di tempat wisata lain atau yang sejenisnya..

Lalu bagaimanakah cerita keseruan saya saat mengunjungi tempat wisata itu serta hal menarik apakah yang saya temuin di sana?

Untuk lebih jelasnya, baca ulasan field reportnya di bawah ini..


Pagi itu saya bersama teman-teman satu rombongan tiba di tempat wisata Situ Gunung sekitar pukul . Sebelumnya kami harus naik angkot dulu untuk mencapai lokasi ini, dikarenakan kendaraan besar seperti bus tidak bisa masuk ke area lokasi (akses jalannya sempit dan menanjak). Jadi waktu itu kendaraan bus kami ditempatkan di satu titik khusus seperti layaknya sebuah "terminal kecil". Tapi jaraknya nggak terlalu jauh sih. Mungkin sekitar 1-1,5 KM buat menuju tempat wisata Situ Gunung dari tempat titik turun kami..

 
Selanjutnya setelah tiba di lokasi, kami kemudian laporan ke petugas pos pintu masuk dan sekaligus membeli tiket masuknya yang tentunya dilakukan oleh salah satu ketua koordinator rombongan kami. Sampai di sini saya merasa bahwa saya telah benar-benar tiba di tempat wisata ini dan siap menikmati wahana dan fasilitas yang ada di sini. Namun ternyata saya kecele, karena saya harus  jalan kaki dulu beberapa meter buat benar-benar siap menikmati segala wahana dan fasilitas yang disediakan di tempat ini..

 
*mungkin perasaan yang sama juga dirasakan oleh rekan-rekan saya yang lain


seperti inilah gambaran pintu gerbang (tampak luar & dalam) tempat wisata ini

kalau ini pintu gate buat masuk ke area utamanya

FYI: jarak dari area pintu gerbang ke sini cukup dekat koq..mungkin sekitar 300-500 meter

ternyata tiket masuknya berbentuk gelang sodara-sodara..!!!

*udah kaya mau nonton badminton di Istora aja ya pake ginian..wkwk

sebelum benar-benar menikmati area & fasilitas di tempat wisata ini, saya & rombongan foto-foto wefie dulu

*coba tebak, TS  ada di sebelah mana ya dalam 2 foto di atas?


Kecewa sih tidak. Cuma yang buat saya agak kesal, akses jalan buat menuju tempat yang saya maksud itu agak kurang bagus kalau menurut saya (jalannya masih beralaskan tanah yang penuh dengan bebatuan) plus konturnya agak menanjak. Jadi kita harus punya tenaga ekstra atau benar-benar fit buat bisa sampai ke tempat utama di area tempat wisata ini. Itu pun pas hendak tiba di sana, kami harus mengantri dulu yang cukup lama dengan para pengunjung lain..


Ntah waktu itu saya sempat bingung koq ngantrinya kaya mau dibagi sembako saja, walau memang pada hari itu sedang ramai pengunjung. Usut punya usut, ternyata kita antri itu untuk mengambil makanan dan minuman yang disediakan oleh tempat wisata ini. Dan inilah yang unik dan menarik di tempat wisata ini. Karena jarang-jarang lho ada tempat wisata yang menyediakan makanan dan minuman buat para pengunjungnya plus gratis pula..


Memang sih menu makanan dan minumannya sederhana, yaitu pisang rebus dan keripik singkong untuk makanannya serta kopi hitam dan teh manis untuk minumannya. Namun begitu tetap saja menurut saya ini "tak lazim" ada di tempat wisata seperti ini. Dan walau rasanya juga biasa-biasa saja, tapi lumayanlah kalau menurut saya mah. Ya setidaknya buat sekedar pengganjal perut.. Hehe

di sinilah kami harus mengantri untuk mengambil makanan & minuman yang disediakan di tempat wisata ini

eits, jangan salah..! meski gratis tetap ada aturannya lho buat bisa mengambil makanan atau minuman tersebut

tampak orang-orang tengah mengambil makanan atau minuman di meja yang telah tersedia

dan inilah jatah menu makanan & minuman yang saya ambil pada saat itu; secangkir kopi hitam & keripik singkong


Setelah mengambil menu makanan dan minuman itu, kita para pengunjung kemudian diarahkan ke sebuah area panggung theatre yang berisi pagelaran seni musik Sunda. Panggung theatre ini juga cukup unik menurut saya, karena bangku buat para penontonnya terbuat dari kayu yang memanjang. Selain itu di panggung ini juga ada atraksi menarik bahkan terkesan aneh (tapi nyata) yaitu ada orang yang bisa duduk mengapung tanpa alas atau alat apapun..

 
*sueerr..!!! orang tersebut bisa duduk di awang-awang dengan tanpa bantuan atau alat apapun

 
Karena atraksi ini, maka kemudian "orang sakti" tersebut jadi sasaran para pengunjung buat berfoto selfie dengannya. Saya sendiri waktu itu nggak tertarik melakukannya, tapi kalau teman-teman rombongan saya ada. Ntah saya nggak merasa dibuat penasaran saja dengan keanehan yang diperagakan dalam atraksi ini..


seperti inilah bentuk panggung theatre yang ada di tempat wisata ini

sedang ini area tempat untuk menontonnya

nih kalau mau tahu tentang atraksi orang duduk terbang tanpa alas apa pun (di panggung tersebut), yang sebagaimana saya ceritakan di atas


Selanjutnya pasca menikmati pagelaran seni dan atraksi di panggung theatre tersebut, kemudian kita menuju area utama di tempat wisata ini yaitu wahana jembatan gantung. Namun untuk menuju ke sana, kita butuh "perjuangan" lagi yaitu harus antri dulu dengan yang lain. Bahkan kali ini antrinya lebih lama ketimbang pada saat mengambil makanan dan minuman tadi..

 
Sempat merasa hopeless tadinya. Tapi mau bagaimana lagi, sudah kepalang tanggung sampai sini. Yo wes akhirnya saya nikmati saja pada saat itu sambil mendengar testimoni orang-orang yang sudah mencoba wahana itu. Lumayan, cerita mereka membuat saya jadi nggak bethe selama saya menunggu giliran untuk naik wahana itu. Selain itu, tentu saja cerita mereka jadi gambaran dan panduan saya nantinya..

 
Meski begitu gara-gara mendengar cerita testimoni tersebut, saya jadi sempat merasa "takut duluan" sebelum benar-benar mencoba jembatan gantung itu. Soalnya cerita mereka macam-macam. Ada yang baru jalan 5 meter tapi kemudian balik lagi alias nggak jadi karena takut. Atau ada yang lulus sampai seberang tapi tetap merasa deg-degan di sepanjang melintasi jembatan itu. Tapi overall cerita mereka sebenarnya seru-seru dan cukup menghibur..

 
Walau sempat punya perasaan parno, tapi pas waktunya saya Bismillah saja. Ya paling tidak saya bisa lulus sampai seberang jembatan. Dan Alhamdulillahnya, waktu itu saya bisa lulus meski tetap pas melintasi jembatan gantung itu perasaan saya ngeri-ngeri sedap..


seperti inilah suasana antrian saat akan mencoba wahana tersebut pada hari itu

kalau ini suasana di pintu gatenya..tampak terlihat papan monitor yang memuat data base informasi tentang orang-orang yang melintasi jembatan gantung ini

sedangkan ini tata tertib atau peraturannya

pemandangan yang terlihat saat kita akan mencoba melintasi jembatan gantung itu

sedang ini pemandangan yang terlihat di sekitar sisi-sisi pas tengah jembatan

*cakep ya gaess

gaya (selfie) TS saat sedang mencoba melewati wahana ini

oh ternyata wahana jembatan gantung di tempat wisata ini baru diresmikan pada bulan Maret 2019 lalu


Oh ya kenapa kita disuruh antri pada saat mau mencoba wahana ini karena ternyata kita dibatasi (orang per orangnya) untuk bisa melewati jembatan gantung tersebut. Harap maklum, meski jembatan gantung ini dibuat dengan struktur yang kuat dan aman untuk dilewati orang-orang, namun jika tidak dibatasi khawatir takut nanti overload dan berefek membahayakan pada ujungnya..


Selain disuruh antri, pas kita mau benar-benar siap melintasi jembatan itu kita juga diberi semacam sabuk pengaman buat sebagai jaga-jaga jika ada rintangan alam yang mungkin saja bakal "mengganggu" keberadaan jembatan gantung tersebut serta orang-orang yang sedang di atasnya..

 
Selanjutnya setelah mencoba wahana tersebut, saya dan rombongan kemudian menuju ke tempat lain yang menarik di tempat wisata ini yaitu Curug Sawer. Akses jalannya cukup mudah, karena hanya tinggal mengikuti jalan setapak yang konturnya menurun dari area setelah menyeberangi jembatan gantung tersebut..


Menurut saya, tempatnya lumayan bagus dan tentu recomended buat berfoto-foto ria. Hanya memang anda harus siap capek ketika pulangnya karena jalanannya menanjak (kan pas ke sininya menurun..hehe)..


beginilah penampakan air terjun Curug Sawer yang ada di tempat wisata ini

sedang ini pemandangan yang terlihat di sekitar area itu

plang atau papan nama tempat ini

oh ya di tempat ini juga tersedia fasilitas warung/kantin atau stand penjual makanan & minuman

selain itu fasilitas Musholla juga ada

area ini adalah tempat khusus untuk tempat kemping, yang lokasinya berada di antara akses jalan menuju Curug Sawer


Setelah ke tempat ini, saya dan teman-teman tidak melanjutkan lagi untuk mengexplore tempat yang lain di tempat wisata ini. Karena selain tidak tahu, juga kami sudah terlalu lama berada di tempat wisata ini plus sudah pada kelelahan juga. So setelah ke Curug Sawer ini, kami kemudian memutuskan untuk pulang. Itu pun beruntung kami buru-buru pulang. Soalnya kalau pulangnya makin sore, maka akan terjebak antrian yang panjang saat akan menyeberangi lagi jembatan gantungnya..


Koq naik jembatan gantung lagi? Bukannya udah ya?


 
Karena dari seberang jembatan nggak ada jalur khusus atau alternatif untuk langsung menuju ke pintu keluar dari tempat wisata ini. Jadi salah satu caranya ya naik jembatan gantung itu lagi buat bisa keluar dari tempat ini atau mengikuti arah sebaliknya saat kita mau menuju ke sini..

 
Benar-benar penuh perjuangan memang kalau mau masuk ke tempat wisata ini. Karena sebagaimana pengalaman saya dan teman-teman saya kemarin (dari mulai masuk hingga menuju ke beberapa area atau wahana di tempat ini), harus dilalui dengan penuh kesabaran dan pastinya tenaga yang ekstra..


Jadi buat anda yang merasa tertarik untuk mengunjungi tempat wisata ini, hal yang paling utama yang harus disiapkan adalah fisik yang mumpuni. Karena di sini banyak akses jalannya yang naik turun dengan kontur yang kurang bagus (hanya beralaskan tanah & bebatuan)..

 
Oke sebelum saya menutup dan mengakhiri thread ini, saya akan memberikan catatan atau tips buat anda semua jika ingin berkunjung ke tempat wisata ini:

 
- Kalau mau berangkat rombongan, mending pakai mobil pribadi saja. Soalnya kalau pakai bus nggak bisa masuk ke dekat area lokasi tempat wisata (lihat pengalaman saya & rombongan di atas).

- Kalau mau ke sini, sebisa mungkin datangnya lebih pagi kalau kebetulan pas hari libur. Soalnya kalau terlalu siang, takutnya nanti terjebak antrian yang panjang saat mau mencoba wahana jembatan gantungnya.

- Sebagaimana saran saya di atas, kalau mau berkunjung ke tempat ini harus siap secara fisik karena di sini akses jalannya dari satu tempat ke tempat lainnya hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dengan kontur yang naik turun.

- Untuk yang nggak siap capek, tetap ada solusi yaitu ada jasa ojek khusus yang berseliweran di tempat wisata ini. Cuma memang tarifnya mahal (tarifnya 50k kalau nggak salah).

- Jangan khawatir kelaparan atau haus jika anda mau ke tempat ini, karena di sini banyak stand penjual makanan dan minuman dan atau kantin. Selain itu fasilitas toilet dan Mushola juga tersedia di sini di beberapa titik.
 
- Untuk harga tiket masuk totalnya Rp. 68. 500, dengan rincian 18. 500 untuk masuk pintu gerbang utama dan 50. 000 untuk menikmati wahana jembatan gantung.

 
Dan demikianlah teman-teman blogger semua, cerita jelajah wisata saya kali ini. Mudah-mudahan apa yang saya ceritakan di thread ini, bisa bermanfaat buat anda atau setidaknya jadi bahan refrensi anda nantinya (kalau misal kebetulan mau ada rencana ke tempat ini)..


Mohon maaf jika seumpama ada kekurangan dan ketak sempurnaan dalam thread ini. Itu semata-mata karena saya mah cuma seorang blogger kaleng-kaleng, yang bisanya cuma nulis doang tapi nggak pernah merasa hasilnya bagus (kan itu mah pembaca yang menilainya)..

 
Akhirul kalam and permios serta sampai jumpa lagi di perjalanan jelajah wisata saya berikutnya..

 
Baca juga:

Post a Comment

0 Comments