8 Aturan Tak Tertulis Saat Berdiskusi di Media Sosial

beberapa platform media sosial yang populer di dunia pada saat ini (sumber gambar: computer1001.com)



Dewasa ini penggunaan media sosial sudah tak terbendung lagi di tengah masyarakat. Itu dikarenakan dunia teknologi dan jaringan internet pada saat ini, sangat mudah diakses kapan pun dan dimana pun melalui smartphone. Bahkan di era sekarang ini, orang-orang seakan-akan tak punya batas lagi dalam mengakses informasi apa pun lewat telepon pintar tersebut..


Fenomena ini membuat sebagian orang menjadi kecanduan dan atau seperti ketergantungan pada gadget yang dimilikinya itu. Karena dengan perantara media sosial, mereka bisa melakukan hal apa pun dan aktifitas apa pun hanya dalam sebuah genggaman smartphone..


Menurut saya ini hal yang positif, kalau memang tujuannya buat hal-hal yang baik. Selain itu dengan selalu mengandalkan gadgetnya tersebut, berarti ia peka terhadap perkembangan zaman. Atau dengan kata lain, berarti ia termasuk manusia yang tidak alergi dengan modernisasi..


Akan tetapi fenomena ini juga tidak dibarengi dengan perilaku lurus para penggunanya itu sendiri. Sebab tak jarang mereka masih melakukan kesalahan-kesalahan saat berinteraksi di media sosial dimaksud. Dan salah satu kesalahan yang sering dilakukan itu adalah tatkala mereka berdiskusi dengan orang lain (ntah di platform media sosial apa pun)..


Seperti misalnya memakai kata-kata kasar, atau menggunakan kata-kata yang kurang pantas didengar. Jelas hal seperti itu bukan sebuah perilaku yang baik. Karena ini akan membuat lawan bicara kita (atau mungkin juga orang lain yang ikut membacanya), bisa tersinggung atau marah. Dan pastinya itu juga akan membuat image kita jelek di mata pengguna media sosial lainnya..


*Ini hanya salah satu contoh kasus saja


Lalu seperti apa sih seharusnya etika kita dalam berinteraksi di sana? Terutama dalam hal ini ketika kita berdiskusi dengan orang lain atau seseorang di media sosial. Nah berikut ini kami akan uraikan beberapa aturan tak tertulis, yang mungkin harus anda fahami dan anda ketahui terkait hal tersebut. Tujuannya adalah agar diskusi yang kita lakukan itu berjalan lancar..


Yuk kita simak poin-poinnya di bawah ini:

 

1. Memakai bahasa yang santun dan sopan
 
 
Yang pertama adalah hendaklah kita memakai bahasa yang santun dan sopan. Tujuannya adalah agar tidak menyinggung teman diskusi kita atau mungkin juga orang lain. Meskipun dia itu seumpanya adalah sahabat dekat kita dan kita biasa bercanda dengannya, namun tetap tak elok jika hal tersebut kita lakukan. Soalnya ini menyangkut image anda di media sosial, terutama di mata orang lain..


Tentu anda tak mau kan image anda jadi negatif di mata orang-orang hanya karena perilaku yang anda anggap sudah biasa tersebut. Dan memang seharusnya kita itu mesti tahu tempat dan waktu, ketika berbicara di depan umum, meski yang kita hadapi itu adalah teman kita sendiri. Terkecuali mungkin kalau kita diskusinya via japri atau pesan pribadi..

 
2. Tulisannya tidak memakai simbol atau karakter tertentu


Yang kedua adalah tidak memakai simbol atau karakter tertentu. Sebab ada beberapa simbol atau karakter tertentu yang dianggap kurang baik di mata orang lain. Contoh misalnya menggunakan huruf-huruf besar/kapital semua dalam sebuah tulisan (baca: Caps Lock) dan atau penggunaan tanda seru (!) yang tidak pada tempatnya..


Kenapa pemakaian kedua simbol tersebut bisa dianggap kurang baik di mata orang lain? Sebab kalau kita menggunakan format tulisan seperti itu, kita dianggapnya sedang marah terhadap lawan biacara atau diskusi kita. Tentu kita nggak mau kan terjadi salah faham diantara kita, meski kita tak punya niat jelek sekalipun terhadap teman kita itu..


3. Sebisa mungkin tidak OOT (Out of Topic)


Yang ketiga sebisa mungkin kita jangan OOT atau out of topic, alias tidak berkomentar di luar topik yang dibicarakan. Soalnya nanti pembahasannya bisa melebar kemana-mana. Dan pada akhirnya diskusi kita jadi tak ada titik temu..


Usahakanlah kita memberi komentar dengan topik yang sedang dibahas. Atau paling tidak masih ada kaitannya atau masih nyambung dengan topik tersebut. Karena dengan kita OOT, seakan-akan kita tak mampu menguasai tema yang dibahas dalam diskusi yang sedang kita lakukan itu..


4. Hindari Ad Hominem ketika kalah argumen


Selanjutnya yang keempat hindari Ad Hominem ketika kalah argumen. Ad Hominem maksudnya adalah menyerang secara pribadi lawan bicara kita dengan kata-kata atau kalimat yang tujuannya menjadi jelek di mata orang lain. Atau bisa juga tujuannya buat menjatuhkan lawan bicara kita, ketika dia sedang di atas angin dan kita dalam kondisi terdesak..


Meski pun pernyataan kita itu benar, namun tak sepantasnya kita mengumbar aib orang di dalam sebuah diskusi. Dan meski pun kita merasa kesal atau muak dengannya, tapi hal tersebut tetap haram dilakukan dalam suatu jalinan diskusi dengan siapa pun..


5. Tidak memakai tehnik Logical Fallacy


Yang kelima jangan memberikan komentar yang bersifat Logical Fallacy. Logical Fallacy artinya adalah kesesatan berfikir. Dalam istilah lain, Logical Fallacy ini maksudnya ialah memakai logika yang salah atau keliru dalam berbicara..


Contoh yang masuk kategori ini adalah sebagai berikut:


A: mengkritik sebuah tim sepak bola

B: membalas dengan mengatakan begini "kaya situ bisa main bola saja"


Nah dalam perumpamaan di atas, komentar si B itu masuknya Logical Fallacy. Kenapa demikian? Sebab seorang pengkritik itu tidak harus pandai dengan masalah yang ada dalam kritiknya tersebut. Jadi bisa dikatakan komentarnya si B itu merupakan sebuah logika yang keliru dalam sebuah diskusi..



6. Tidak kabur saat diskusi tengah berlangsung


Kemudian yang keenam adalah tidak kabur saat diskusi tengah berlangsung. Maksudnya kita jangan dulu meninggalkan begitu saja teman diskusi kita, kalau memang benar-benar belum tuntas. Tuntas di sini ialah diskusinya sudah menemui titik temu, atau paling tidak diantara kita sudah menerima pendapat masing-masing (kalau seumpama diskusinya deadlock)..


Sikap seperti ini menurut kami harus di kedepankan dalam sebuah diskusi. Soalnya itu menunjukkan  sikap elegan dan ksatria kita, terhadap lawan diskusi kita..


7. Memakai kode tertentu jika diperlukan


Selanjutnya untuk yang nomor tujuh adalah memakai kode tertentu jika diperlukan. Maksudnya apabila kita mau memberikan komentar dan takutnya itu akan membuat salah faham (baik untuk teman diskusi kita ataupun orang lain), maka pakailah kode tertentu..


Contoh misalnya kita mau berkomentar tapi isinya bukan tentang yang lagi dibahas, maka pakailah kode OOT. Atau kalau misalnya kita mau berkomentar tapi takutnya menyinggung orang lain, maka pakailah kode " No Offense", yang artinya kurang lebih "tidak bermaksud untuk menyinggung"..


8. Selalu menghargai setiap perbedaan pendapat


Dan yang terakhir atau yang nomor delapan adalah selalu menghargai setiap perbedaan pendapat. Maksudnya ketika sebuah diskusi itu menemui jalan buntu dan masing-masing dari kita keukeuh dengan pendapat kita, maka ada baiknya kita saling menghargai. Tujuannya adalah agar kita tidak merasa benar sendiri dengan pendapat kita itu..


Selain itu dengan kita saling menghargai perbedaan pendapat, maka itu akan meminimalisir ketegangan diantara kita. Tentu kita tak mau kan, hanya gara-gara perbedaan pendapat terus kita kemudian kita berantem. Apalagi kalau kebetulan dia itu teman dekat kita sendiri..


Itulah 8 aturan tak tertulis saat berdiskusi di media sosial. Dan ini sifatnya umum, sangat relevan dipakai di platform media sosial apa pun. Baik itu di Facebook, Twitter, Instagram atau dan sebagainya. Bahkan termasuk di media sosial chatting seperti WhatsApp atau WA..


Lalu bagaimana dengan anda? Apakah sejauh ini sudah mengikuti rules-rules tersebut? Mudah-mudahan saja anda termasuk yang sudah faham dengan persoalan di atas. Atau paling tidak anda tak pernah absen untuk memakai salah satu trik di atas, terutama saat berdikusi di media sosial..


Oke demikianlah ilmu yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekeliruan informasi di dalamnya..

Post a Comment

7 Comments

  1. Saya biasanya lebih kepo dan tanya lebih dalam terkait topik yang diangkat, sehingga dari topik yang diangkat di media sosial oleh orang itu bisa menjadi cerita lagi yang lebih hidup.. Jadi lebih seru, tapi tetap tidak melebar jauh ceritanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan, mending bertanya drpd memberi komentar tpi malah kesannya spt sok tahu.. 😁

      Delete
    2. Berbagi aja dulu, soal benar tidaknya menjadi tanggung jawab si pencerita.. Dan informasi yang diterima juga tidak mentah-mentah dicerna, tetap di filter dan dicari sumbernya.

      Delete
    3. Yupz, sepakat gan. Intinya kita kudu bsa saring dulu, sebelum sharing atau berbagi..

      Delete