Dalil Amaliyah-amaliyah di Malam Nisyfu Sya'ban

ilustrasi gambar oleh ltnnujabar.or.id



Amaliyah-amaliyah di malam Nisfu Sya'ban seperti pembacaan Yaasiin 3x, sholat sunnah mutlaq atau sholat sunnah tasbih sering dituding bid'ah yang sesat dan dalilnya lemah oleh sebagian kalangan. Padahal dalil amaliyah ini sejatinya sangat kuat yakni diantaranya tertuang dalam Al-Qur'an Surat Fathir ayat 10 dan hadits Nabi Muhammad SAW tentang mustajabnya berdoa di malam Nisfu Sya'ban serta diampuninya dosa-dosa hamba Allah di malam itu..


Dan berikut ini adalah teks dalil-dalilnya, yang sebagaimana kami maksud di atas:


اليه يصعد الكلم الطيب والعمل الصالح يرفعه

"KepadaNya naiklah kalimat-kalimat yang baik dan amal saleh-lah yang mengangkatnya." (Q.S Fathir: 10).


خمس ليال لا ترد فيها دعوة : اول ليلة من رجب وليلة النصف من شعبان وليلة الجمعة و ليلتا العيدين

"Ada 5 malam yang tidak akan ditolak berdoa (pada malam-malam tersebut) yaitu : malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya'ban, malam Jum'at dan dua malam lebaran (malam Idul Fitri dan Idul Adha)." (H.R. Ad-Dailamy dari Abu Umamah R.A).

 
يطلع الله عز و جل الى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لعباده الا اثنين : مشاحن وقاتل نفس

"Allah Azza wa Jalla akan memandang makhluk hamba-hambaNya pada malam Nisfu Sya'ban. Lalu Dia akan mengampuni dosa hamba-hambaNya itu, kecuali dua orang: yaitu orang yang suka menebar fitnah (termasuk provokasi dan berita hoax) dan yang membunuh jiwa." (H.R. Ahmad dari Abdullah bin Umar R.A).


Dari kutipan dalil di atas, bisa kita simpulkan bahwa amaliyah-amaliyah yang berhubungan dengan malam Nisfu Sya'ban itu, sesungguhnya merupakan sebuah ikhtiar agar do'a-do'a yang dipanjatkan pada malam yang mustajab, yang dapat terangkat ke haribaan Allah SWT dengan cepat. Dan ini sesuai dengan petunjuk dari dalil Al-Qur'an Surat Fathir, yang sudah kami tulis di atas..


Mengapa demikian? Berikut ini adalah penjelasannya..


Dalam Tafsir Ibnu Katsir juz III hal. 548-549, dijelaskan bahwa kalimat yang baik menurut Ibnu Abbas R.A adalah dzikrullah (termasuk pula diantaranya do'a dan tilawah Al-Quran). Kemudian beberapa Mujahid seperti Abul 'Aliyyah, 'Ikrimah, Ibrahim An-Nakha'i Adh-Dhohak, As-Sidi, Rabi' bin Anas, Syahr bin Husyab dan Iyas bin Mu'awiyah Al-Qadhi juga menfasirkan bahwasanya jika tidak ada amal saleh, maka kalimat yang baik itu tidak akan terangkat ke langit..


Sementara itu para Ulama yang lain seperti Al-Hasan dan Qotadah juga pernah berkata: "tidak akan diterima kalimat yang baik itu kecuali dengan amal saleh."


Jadi sudah jelas bahwa dalil amaliyah-amaliyah yang berhubungan dengan Nisfu Sya'ban itu sangat kuat dan tidak lemah, sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa kalangan..


Dilain pihak, dipilihnya pembacaan Yaasiin sebagai salah satu amalan di malam Nisyfu Sya'ban, adalah karena keistimewaan dari Surat Yaasiin itu sendiri yang merupakan jantungnya Al-Qur'an (H.R. Abu Dawud, An-Nasa'i dan Ibnu Hibban). Selain itu membaca Yaasiin 1x itu sama dengan mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 10x (H.R. At-Tirmidzy dan Ad-Darimy)..


Sedangkan untuk amalan Sholat Mutlaq di malam Nisfu Sya'ban itu tidak ada larangannya. Karena sebagaimana diketahui bahwa sholat sunnah mutlaq boleh dilakukan kapan saja selain dari waktu-waktu yang diharamkan..


Dan waktu-waktu yang diharamkan itu diantaranya ialah ba'da Shubuh hingga syuruq atau waktu terang benderangnya matahari, menjelang Zhuhur ketika matahari akan berada tepat di atas kepala (jam 11.30 s/d masuknya Zhuhur), dan ba'da Ashar hingga terbenamnya matahari atau saat masuk waktu Maghrib..


Berikutnya amalan yang juga dianjurkan untuk dikerjakan adalah Sholat Sunnah Tasbih, yang berguna untuk menggugurkan dosa-dosa. Sebab di malam istimewa tersebut Allah SWT akan mengampuni dosa hamba-hambaNya (H.R. Ahmad)..


Terkait Sholat Sunnah Tasbih ini, bahkan sebenarnya Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita umatnya untuk melakukan amalan itu setiap malam atau seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau setahun sekali (terutama pada saat malam Nisfu Sya'ban) dan atau seumur hidup sekali (H.R.Abu Dawud dan At-Thabrany). Karena mengingat begitu besar fadhilahnya amalan tersebut..


Demikian informasi yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau kalimat di dalamnya..


Keterangan: Artikel asli ditulis oleh Cep Herry Syarifuddin, dengan beberapa sedikit perubahan. Beliau ini merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrahim Mekarsari Cileungsi yang berlokasi di Kab. Bogor

Post a Comment

6 Comments