Ketika Seorang Anak Tunanetra Penghafal Qur’an Sanggup Membuat Penyiar TV Meneteskan Air Mata

ilustrasi seorang anak sedang menghafal Al-Qur'an (sumber gambar: republika.co.id)


 
Mata adalah jendela dunia. Tanpanya, hidup seperti terasa tak sempurna. Sedih dan mengeluh itu pasti terjadi, terutama pada sebagian orang-orang yang mengalami kehilangan penglihatannya. Tapi tidak dengan anak kecil tunanetra dari Mesir ini..
 
 
Ya dia adalah salah satu hamba Allah yang ikhlas atas ketetapan-Nya. Seorang anak laki-laki yang kebetulan seorang penghafal Al-Qur'an, yang usianya baru 11 tahun..
 
 
Suatu ketika, seorang penyiar TV Arab Saudi Al-Wathan mewawancarai anak istimewa itu. Dalam wawancara itu, penyiar TV Al-Wathan menanyakan perihal bagaimana ia belajar Al-Qur'an dalam kebutaannya, serta menanyakan tentang semangatnya untuk menghafal ayat-ayat Allah yang mulia, yang membuat langkah kakinya ringan untuk pergi ke tempat gurunya..
 
 
“Saya yang datang ke tempat syaikh” kata anak itu..

 
“Berapa kali dalam sepekan?” tanya penyiar TV..

 
“Tiga hari dalam sepekan” jawab sang anak..
 
 
Jawaban anak ini semakin membuat terkejut, ketika anak ini memberitahu penyiar bahwa Syaikh yang mengajarinya Al-Qur’an itu, hanya mengajarinya satu ayat per hari..

 
“Pada awalnya hanya satu hari dalam sepekan. Lalu saya mendesak beliau dengan sangat agar ditambah harinya, sehingga menjadi dua hari dalam sepekan. Syaikh saya sangat ketat dalam mengajar. Beliau hanya mengajarkan satu ayat saja setiap hari” ujar anak itu..
 
 
“Satu ayat saja?” respon penyiar terkejut, yang seperti takjub dengan semangat baja anak ini..
 
 
Selanjutnya anak itu bercerita kalau dalam tiga hari itu ia khususkan untuk belajar ayat-ayat suci Al-Qur'an, hingga ia tidak bisa bermain dengan kawan-kawan sebayanya. Lalu sang penyiar pun tersenyum dan menepuk paha anak itu sebagai tanda kagum, yang kemudian disambut senyum ceria oleh anak tersebut.
.
 
Yang lebih mengagumkan adalah pernyataannya tentang kebutaannya. Sebab ia tidak berdoa kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatannya, tapi “rahmat” Allah-lah yang ia harapkan..
 
 
“Dalam shalatku, aku tidak meminta kepada Allah agar Dia mengembalikan penglihatanku” katanya..
 
 
Mendengar jawaban anak itu sang penyiar jadi semakin terkejut dan penasaran..
 
 
“Engkau tidak ingin Allah mengembalikan penglihatanmu? Kenapa?” tanya penyiar TV lagi, yang seolah-olah heran dengan sikap anak itu..
 
 
Dengan wajah meyakinkan, anak itu kemudian memaparkan alasannya. Salah satunya adalah ia bukan tak yakin kepada Allah. Namun ia menginginkan yang lebih indah dari sekedar penglihatan..
 
 
“Semoga menjadi keselamatan bagiku pada hari pembalasan (kiamat), sehingga Allah meringankan perhitungan (hisab) pada hari tersebut. Allah akan menanyakan nikmat penglihatan; Apa yang telah engkau lakukan dengan penglihatanmu? Saya tidak malu dengan cacat yang saya alami. Saya hanya
berdoa semoga Allah meringankan perhitungan-Nya untuk saya pada hari kiamat kelak” papar sang anak dengan tegas..
 
 
Mendengar kalimat mulia anak itu, semua terdiam. Sejurus dengan itu, sang penyiar TV pun nampak berkaca-kaca dan lalu tiba-tiba air matanya menetes. Pun begitu dengan para pemirsa di stasiun TV beserta kru TV tersebut, yang juga tak kuasa menahan air mata yang tumpah di pipinya..

 
“Pada saat ini, saya teringat banyak kaum Muslimin yang mampu melihat namun bermalas-malasan dalam menghafal kitab Allah, Al-Qur'an. Ya Allah, bagaimana alasan mereka besok (dihadapan-Mu)?” kata penyiar..
 
 
“Segala puji milik Allah dalam segala keadaan” kata penghafal Qur'an muda itu..
 
 
Subhanallah, indahnya dunia tak membuatnya lupa akan Rabbnya dan hari pembalasan. Ia juga mengatakan bahwa ia terinspirasi dari kaidah Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah (rahimahullah):
 
“Ada kaidah Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang berbunyi: Allah tidak menutup atas hamba-Nya satu pintu dengan hikmah, kecuali Allah akan membukakan baginya dua pintu dengan rahmat-Nya” katanya..
 
 
Kehilangan penglihatan sejak kecil, tidak membuat ia mengeluh kepada Sang Pencipta. Ia juga tak iri pada orang lain apalagi kufur nikmat. Bahkan ikhlas menerima takdir-Nya..
 
 
“Segala puji milik Allah, saya tidak iri kepada kawan-kawan meski sejak kecil saya sudah tidak bisa melihat. Karena ini semua adalah qadha' dan qadar Allah” katanya..
 
 
“Kita berdoa kepada Allah, semoga menjadikan kita sebagai penghuni surga Al-Firdaus yang tertinggi” kata anak istimewa itu lagi..
 
 
Matanya yang buta, tak membuat hatinya buta dalam mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Subhanallah. Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: Allah berfirman:
 
“Jika Aku menguji hamba-Ku dengan menghilangkan penglihatan kedua matanya lalu ia
bersabar, niscaya Aku akan menggantikan penglihatan kedua matanya dengan surga” (HR. Bukhari: 5653, Tirmidzi: 2932, Ahmad: 7597, Ad-Darimi: 2795 dan Ibnu Hibban: 2932)..
 
 
***** ***** ***** ***** ***** *****
 
 
Demikian informasi yang bisa kami bagikan pada hari ini. Semoga kita bisa memetik hikmah dari cerita dan kisah di atas. Dan semoga juga kita senantiasa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita meski sekecil apa pun, serta selalu ridho atas qodho dan qodar-Nya walau pahit sekalipun kenyataannya.. Amiin Ya Robbal 'Alamiin

 
Keterangan: Sumber asli artikel dari sini, dengan beberapa sedikit perubahan

Post a Comment

22 Comments

  1. Replies
    1. Semoga kita bisa belajar dari anak itu.. 😇😇

      Delete
  2. Bersyukur dalam segala keadaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bund, sya sepakat.. Kita yg mungkin hidupnya tanpa kekurangan dan keterbatasan, harusnya bisa lebih bersyukur dri anak tuna netra itu.. 😊

      Delete
  3. Punya anak Hafizh adalah impian saya. Dulu sempat sya berhenti ditengah jalan krn kesibukan kuliah. Semoga anak anak saya kelak bisa mempersembahkan mahkota untuk orang tuanya. Terimakasih artikel ini sebagai pengingat semua orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin. Semoga cita2nya kelak kesampaian ya mbak.. 😇

      Delete
  4. Massa allah kisah yang sungguh sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  5. Moga ilmua hafidznya nular ke baby sy, yaa robb

    ReplyDelete
  6. MasyaAllah.... sungguh menginspirasi

    ReplyDelete
  7. Mofitasi yg bikin tentram nih, MashaAllah

    ReplyDelete
  8. Makasih ya yg sudah komen. Maaf, nggak bisa balas satu2.. 🙏

    ReplyDelete
  9. Masyaallah indahnya mendengar cerita mereka para penghafal al quran yang diistimewakan oleh Allah. Kelas surga menanti mereka disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin. semoga kita juga termasuk di dalamnya.. 😇

      Delete
  10. Anak yang akan kelak memasangkan mahkota pada ortunya dihari akhir nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan kita jga bsa spt mereka.. Amiin 😇

      Delete